Dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Kementerian PUPR tentang  gender, pengarusutamaan gender (PUG) dan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG)  untuk mewujudkan gender infrastruktur PU dan Permukiman, pada tanggal 18 - 23 Mei 2015 telah diselenggarakan Diklat PPRG oleh Balai Diklat VI Jakarta.  

Acara pembukaan oleh Kepala Balai Diklat IV yang diwakili oleh Bapak Ade,  dihadiri oleh sekitar 21 peserta dari BBPJN I, SNVT PPJN Kota Metropolitan Jakarta, Balai Diklat V Makassar, Balai Bendungan, Pemkot Depok, Balai Diklat VI Jakarta, Balai Pemantauan Kinerja –BPSDM, Bidang Program & Kerjasama – BPSDM, Bidang Teknik Materi – BPSDM, Biro Hukum PUPR, Dit. PBL. Cipta Karya, Bina Marga Tangerang Selatan, Dit. Bina Konstruksi, Pusdiklat – BPSDM.  Serta narasumber dari Unit Sekretariat PUG Kementerian PUPR, yaitu Ibu Lilla, Ibu Ineke dan Ibu Adi Sasutji.   

Materi paparan yang disampaikan adalah tentang : 

1.Pelaksanaan PUG Dalam Penyelenggaraan Infrastruktur PU & Permukiman

2.Sistem Perencanaan dan Penganggaran Di Indonesia

3.Perencanaan Yang Responsif Gender 

4.Penganggaran Yang Responsif Gender

5.Jenis dan Kegunaan Data Terpilah

6.Monitoring dan Evaluasi 

7.Analisis Gender dan Pelatihannya 

Jumlah Balai Diklat saat ini berjumlah 13, Diklat PPRG telah diselenggarakan sejak tahun 2013 di Balai Diklat Makasar, tahun 2014 di Yogyakarta dan tahun 2015  di  Jakarta. Untuk mengaktualisasikan materi yang telah disampaikan, pada hari terakhir dilaksanakan kunjungan lapangan ke BKM pada Program Pengentasan Kemiskinan Perkotan (P2KP) “Maju Bersama”, Jl. Pahlawan 1 No. 20, di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan.  

Koordinator BKM Ibu Hety Sovia, dimana jumlah anggotanya terdiri dari : 9 orang ( L= 4 dan P=5), luas wilayah 68 Ha, dengan jumlah penduduk 16. 705 jiwa dan jumlah jiwa miskin 5.272 (31,6 %). Kegiatan infrastruktur yang responsif gender meliputi kegiatan pembangunan jalan setapak, saluran irigasi, rumah tidak layak huni, MCK dan air bersih. Sejak tahun 2007 kegiatan P2KP baru meliputi  persiapan : Rembug Warga, Pemetaan Swadaya Masyarakat dan Pembentukan BKM, sedangkan pelaksanaan fisik baru dilaksanakan TA. 2009 sampai dengan 2015. Partisipasi perempuan pada program/kegiatan tersebut lebih dari 40%, sebagai pelaku pembangunan dari perencanaan, pelaksanaan sampai monitoring dan evaluasi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melaksanakan pengentasan kemiskinan yang dirasakan memberikan dampak manfaat yang sangat signifikan bagi kelompok rentan tersebut. Kegiatan ekonomi produktif yang telah berhasil dikembangkan adalah pembuatan telor asin dan sablon untuk meningkatkan perekonomian penduduk miskin dan penyandang disabilitas. Peserta juga mengunjungi hasil kegiatan lainnya berupa jalan lingkungan dan talud sungai.

Dalam diskusi dengan BKM, dikemukakan  bahwa pemilihan pengurus yang  laki-laki dan perempuan dalam BKM telah dilakukan secara seimbang sesuai kapasitasnya masing-masing.  Dalam diskusi terlihat bagaimana peran perempuan yang sangat aktif dalam wadah BKM terutama Ketuanya sebagai penggerak yang luar biasa aktif dengan berbagai jabatan ketua kegiatan sosial yang dibantu dengan Unit Pengelola Lingkungan (UPL), Unit Pengelola Keuangan (UPK), Unit Pengelola Sosial (UPS) dalam melaksanakan kegiataannya juga melibatkan para generasi muda. Bahkan generasi mudanya menyampaikan perlu adanya regenerasi. Peserta mengusulkan perlunya meningkatkan infrastruktur permukiman yang memperhatikan kebutuhan lansia, disabilitas seperti toilet yang ada pegangannya/handle atau toilet duduk. Selain itu juga disarankan membuat perkerasan jalan dengan paving dari pada perkerasan beton, serta membuat penampungan air hujan.[Unit Sekretariat Tim PUG-PU : Lilla, Ineke & Adi Sasutji]

 

 

Event

PUG Kementerian PU menyelenggarakan Seminar Be The Best At Work and Be The Best In Family. more