Gender adalah perbedaan-perbedaan sifat, peranan, fungsi dan status amtara laki-laki dan perempuan yang bukan berdasarkan pada perbedaan biologis, tetapi berdasarkan sosial budaya yang dipengaruhi oleh struktur masyarakat yang luas. Jadi, gender merupakan konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai perkembangan zaman.

Kata kunci " Gender" : Setara dan adil

  • Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh, kesempatan serta hak-haknya, sebagai manusia agar mampu berperan, dan berpartisipasi serta menikmati pembangunan.
  • Keadilan gender adalah suatu proses dan perlakuan bagi laki-laki dan perempuan ditandai dengan tidak adanya pembekuan peran, beban ganda, sub ordinasi, marginalisasi maupun kekerasan terhadap salah satu.
  • Masalah Kesenjangan Gender Dalam Penyelenggaraan Infrastuktur PU Dan Permukiman :
  • Paradigma lama menganggap bahwa infrastruktur PU dan permukiman netral gender.
  • Ada kebijakan, program, kegiatan pembangunan tertentu yang luput dari adanya kebutuhan, aspirasi, hambatan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, sehingga menyebabkan adanya kesejangan gender antara lain :
  1. Kesenjangan bagi perempuan dalam memperoleh informasi tentang pentingnya menjaga kualitas sungai.
  2. Adanya kesejangan bagi kelompok tertentu (perempuan, difable, lansia) dalam penyediaan sarana jalan dan jembatan serta bangunan pelengkapnya (contoh: Rest Area, Jembatan penyebarangan, trotoar).
  3. Terabaikannya perempuan untuk memperoleh akses informasi dan pernyataan aspirasi dalam penguasaan kepemilikan asset, lahan, rumah, terkait proses pengadaan tanah dan rencana pembangunan infrastruktur PU dan Permukiman.
  4. Adanya kesenjangan bagi laki-laki (pekerjaan konstruksi) untuk mendapatkan akses informasi tentang pencegahan penyakit HIV/ AIDS, yang akan berdampak negatif bagi keluarganya.
  5. Adanya kesenjangan dalam peran dan partisipasi perempuan pada penyelenggaraan pembangunan prasarana dan sarana permukiman, antara lain : air minum dan persampahan.
  6. Kurangnya prasarana dan sarana yang memadai bagi kebutuhan perempuan, difable pada bangunan, gedung dan lingkungan (antara lain : Ruang Asi, Taman Penitipan Anak /TPA).
  7. Kurang terakomodasinya aspirasi kebutuhan kelompok tertentu dalam penyusunan regulasi zona ( antara lain : zona aman sekolah, ruang publik, ruang terbuka hijau).
  8. Adanya kesengajan bagi peserta perempuan yang sedang menyusui untuk berpartisipasi secara maksimal dalam Pendidikan dan Pelatihan.

PENGARUSUTAMAAN GENDER : Merupakan suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan Gender, melalui kebijakan, program dan kegiatan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program berbagai bidang pembangunan sehungga diperoleh kesetaraan AKPM ( Akses, Kontrol, Partisipasi dan Manfaat) dalam pembangunan.

Pengarusutamaan Gender bukan hanya konsep yang memprioritaskan pemberdayaan perempuan, melainkan mengakomodasi dan memperhatikan kebutuhan semua jenis kelamin (baik laki-laki maupun perempuan) dan orang dengan kebutuhan khusus seperti : lansia, anak-anak dan diffable.

PELAKSANAAN PUG

Pelaksanaan PUG PU dapat dilihat dari 3 sisi yakni, sisi produk (output) infrastruktur, proses penyelenggaraan pembangunan dan kebijakan/pedoman bidang PU (input).

  1. Apakah produk/infrastruktur PU dapat dimanfaatkan secara Aman dan Nyaman oleh laki-laki dan perempuan (dan lanjut usia, anak-anak, orang-orang dengan kebiasaan berbeda/difable, dll).
  2. Apakah di semua Satminkal dalam menyelenggarakan kegiatan telah memenuhi asas non-diskriminasi.
  3. Apakah dalam penyelenggaraan infrastuktur telah didukung oleh kebijakan dan pedoman yang responsive gender.

Event

PUG Kementerian PU menyelenggarakan Seminar Be The Best At Work and Be The Best In Family. more